Teori Asal Usul Alam Semesta: Teori Big bang dan Keadaan Tetap

0
185

Learniseasy.com – Belajar tentang teori asal mula alam semesta. Ada dua teori yang sering ditanyakan yaitu Teori Big Bang dan Teori Keadaan Tetap Kosmologi | Teori dentuman besar. Salah satu materi yang sering dipelajari dalam pelajaran Geografi SMA.

Teori-Teori Asal Mula Alam semesta

Teori ledakan besar / Teori Dentuman Besar  / Teori Big Bang – Ilmu Kosmologi adalah ilmu yang mengkaji tentang teori alam semesta. Kita mengetahui bahwa Albert Einstein adalah ahli kosmologi modern pertama.

Semua itu bermula ketika Albert Einstein mengemukakan dan menyelesaikan teori Relativitas tahun 1915, selanjutnya diterapkan pada pendistribusian zat di ruang angkasa.

Teori relativitas umum yang dipionirkan oleh Albert Einstein menjadi titik awal bagi banyak ilmuwan lainnya, termasuk Alexander Friedmann, seorang fisikawan asal Rusia.

Alexander Friedmann menghasilkan model berdasarkan persamaan matematis dalam teori Einstein yang menjelaskan evolusi alam semesta.

Ahli fisika tepatnya Astrofisika yang pertama mengemukakan teori ledakan besar atau teori Big Bang adalah  Georges Lemaitre, seorang ilmuwan astrofisika berkebangsaan Belgia.

Georges Lemaitre mengemukakan bahwa mengajukan teori  bahwa alam semesta bermula dari suatu atom purba tunggal bersifat panas dan padat yang kemudian meledak sehingga alam semesta terbentuk dan mengembang keluar.

Teori dari Georges Lemaitre akhirnya dikenal sebagai teori ledakan besar (big bang theory).

Teori Big Bang / Teori Ledakan Besar

Selanjutnya, pada tahun 1940-an, George Gamow, ahli fisika berkebangsaan Rusia-Amerika, merupakan salah satu pendukung teori ledakan besar (Teori Big Bang).

George Gamow mengemukakan jika suatu ledakan besar telah terjadi pada pembentukan alam semesta (Jagat Raya), peristiwa tersebut akan menyisakan pijar susulan berupa jejak-jejak radiasi background.

teori asal usul alam semesta teori big bang
teori asal usul alam semesta teori big bang

Bukti Teori Big Bang : Eksperimental

Dua Fisikawan pada tahun 1965, Arno Penzias dan Robert Wilson, melakukan pencarian sinyal gelombang radio dari bagian tepi Galaksi Bimasakti (Milky Way).

Dalam percobaan pencarian sinyal gelombang radio yang mereka lakukan, secara tidak sengaja mereka menemukan sisa-sisa gelombang mikro yang diprediksi George Gamow.

Hal ini menjadi salah satu bukti terjadinya ledakan besar pada pembentukan alam semesta.

Selanjutnya pada tahun 1929, Edwin Hubble, seorang ahli astronomi, dan Observatorium Mount Wilson mengatakan bahwa berbagai galaksi sesungguhnya bergerak menjauhi kita, dengan kecepatan hingga beberapa ribu kilometer per detik.

Galaksi-galaksi tersebut, termasuk Galaksi Bimasakti (Milky Way), setiap saat menjaga keutuhan bentuk internalnya dalam waktu yang lama.

Galaksi-galaksi itu mengarungi ruang angkasa secara sendiri-sendiri, seperti partikel yang bergerak mengarungi ruang angkasa. Hasil pengamatan Edwin Hubble merupakan bukti-bukti teori ledakan besar (Teori Big Bang) sebagai teori asal mula alam semesta.

ilustrasi teori big bang asal usul alam semesta
ilustrasi teori big bang asal usul alam semesta

Teori keadaan tetap | Teori Asal Asul Alam Semesta

Ada tiga orang yang menjadi pelopor dan pendukung utama teori asal usul alam semesta teori keadaan tetap ( Steady State theory)  yaitu Fred Hoyle, Sir Hermann Bondi dan Thomas Gold.

Teori keadaan tetap (Steady State theory) menjelaskan  bahwa alam semesta (universe) tidak hanya bersifat sama dalam ruang angkasa (asas kosmologi), tetapi juga tak berubah dalam waktu (asas kosmologi yang sempurna).

Dengan kata lain, asas kosmologi diperluas sedemikian rupa sehingga menjadi sempurna atau lengkap dan tidak bergantung pada peristiwa sejarah tertentu.

Kesimpulannya, Teori Big Bang / Ledakan Besar / Dentuman besar berlawanan atau kontradiktif dengan teori keadaan tetap (Steady State theory).

Ditambahkan bahwa dalam teori Big Bang / Teori ledakan besar, ruang angkasa (alam semesta) berkembang menjadi lebih kosong ketika berbagai galaksi saling menjauh.

Dalam teori keadaan tetap ( Steady State theory) , terdapat asumsi bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa di antara berbagai galaksi sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh.

Hidrogen yang menjadi zat baru tersebut menurut para ahli astronomi. Ditambahkan bahwa hidrogen tersebutlah yang akan menjadi sumber dari pembentukan bintang dan galaksi itu sendiri.

Jelas, hal tersebut sangatlah ditolak oleh mayoritas ahli fisika dan scientis di dunia karena melanggar hukum kekekalan zat.

Zat tidak dapat diciptakan atau dihilangkan, tetapi hanya dapat diubah menjadi jenis zat lain atau menjadi energi.

Sebaliknya, sulit pula untuk menyanggah secara langsung proses pembentukan zat itu, karena menurut teori keadaan tetap ( Steady State theory) , laju pertambahan zat sangat lambat, kira-kira satu atom setiap satu miliar tahun dalam satu volume ruang angkasa.

Sanggahan terhadap Teori Asal Mula Alam semesta

Kelemahan Teori Big Bang

Kelemahan pertama teori big bang atau teori ledakan besar adalah umur alam semesta (Age of the universe) yang dihitung secara matematis terlalu sedikit untuk sejumlah bintang yang sangat tua, yang umurnya telah ditentukan secara bebas dari jumlah bahan bakar nuklir yang telah digunakannya.

Akan tetapi, para penganut teori ledakan besar berpendapat bahwa metode pendataan bintang saat itu dan sekarang masih kurang lengkap dan detail sehingga mereka berpendapat bahwa hal itu bukan suatu ancaman berat bagi gagasan teori Big Bang

Kelemahan kedua dari teori Big Bang / teori ledakan besar adalah pernyataan tentang semua zat dimampatkan dalam suatu massa padat cukup sulit untuk dipahami dan dibayangkan.

Ledakan (Big bang) dan pergerakan massa ini menurut pendukung teori Big Bang  dapat digambarkan dengan terbangnya proyektil yang ditembakkan dari permukaan Bumi.

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi yaitu sebagai berikut:

  1. Proyektil terbang begitu cepat sehingga mudah lepas dari gravitasi Bumi dan bergerak sangat cepat memasuki ruang angkasa, atau
  2. Proyektil hampir tidak dapat lepas dari pengaruh gravitasi Bumi dan terus bergerak sangat lambat ke arah luar, atau
  3. Proyektil tidak pernah dapat membangkitkan kecepatan untuk bebas dari gravitasi Bumi. Proyektil melambat, berhenti, hingga kemudian jatuh akibat percepatan gravitasi.

Alam semesta yang meluas mungkin berlaku serupa yaitu meluas dengan cepat, atau bergerak sangat lambat, atau mungkin berhenti karena dikalahkan oleh tarikan gravitasi antar zat. Kapan yah akan terjadi asumsi “Jatuh akibat percepatan Gravitasi”. Mungkin ini yang dikatakan kiamat besar.

Kelemahan dan Kegagalan teori keadaan tetap

Teori keadaan tetap sebagai telaah astronomi tidak mendapat dukungan lagi.

Kegagalan utama teori keadaan tetap adalah mengenai kesamaan bintang-bintang dan galaksi-galaksi.

Teori keadaan tetap tidak menetapkan bahwa sifat rata-rata berbagai galaksi yang dekat dan jauh akan berbeda. Namun, para ahli astronomi radio telah mengetahui adanya perbedaan tersebut, terutama dengan banyaknya sumber radio lemah.

Hal tersebut dapat dijelaskan dengan dasar teori Big Bang / ledakan besar vang menyatakan bahwa galaksi mengalami evolusi. Galaksi-galaksi memiliki ciri berbeda karena keterbatasan kecepatan cahaya, letaknya yang jauh, dan perbedaan massa.

Dengan berbagai fakta yang ditemukan, Hoyle dan kawan kawan peneliti dan ahli fisika tidak lagi mendukung Teori Keadaan Tetap.

Perbandingan dan perbedaan teori big bang dan teori keadaan tetap
Perbandingan dan perbedaan teori big bang dan teori keadaan tetap

Itulah diatas artikel tentang Teori Asal Usul Alam Semesta: Teori Big bang dan Keadaan Tetap. Semoga bermanfaat. Tetap belajar karena belajar itu mudah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here