Belajar Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

0
141

Learniseasy.com – Penjelasan tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan | Ulasan tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman | Artikel pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan | Pertumbuhan dan perkembangan monokotil, dikotil, lumut dan paku-pakuan.

Kalian sudah tau bukan apa pengertian kedua istilah diatas. Silahkan baca artikelnya disini Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan.

Sederhananya, proses pertumbuhan pada tumbuhan terjadi pada daerah meristem tumbuhan atau jaringan meristem sedangkan proses perkembangan terjadi setelahnya.

Jadi setelah jaringan meristem menghasilkan sel sel lain atau membelah, sel yang dihasilkan tersebut (tumbuh) kemudian mengalami diferensiasi atau pendewasaan (perkembangan) sehingga menjadi sel atau jaringan yang fungsional.

Artikel kali ini kita akan bahas mulai dari titik tumbuh pada tumbuhan, metagenesis pada tumbuhan (ringkas saja) dan faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

1. Titik Tumbuh Pada Tumbuhan

Titik tumbuh pada tumbuhan/tanaman ditentukan oleh jaringan meristem. Apa itu jaringan meristem. Silahkan baca artikel tentang pengertian jaringan meristem ini.

Meristem pada tumbuhan/tanaman hanya terdapat pada bagian tertentu pada tumbuhan. Oleh karena itu terdapat beberapa macam jaringan meristem berdasarkan letaknya pada tumbuhan.

Apa saja jaringan meristem berdasarkan letaknya? Ada tiga macam yaitu meristem apikal, meristem interkalar, dan meristem lateral.

Note: Pada tumbuhan yang bertahap kalus (ada pada kultur jaringan tumbuhan) semua bagiannya adalah meristem. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan pertumbuhan tumbuhan/tanaman adalah auksanometer.

2. Macam Macam Meristem Pada Tumbuhan

Letak letak jaringan meristem pada tumbuhan

Ada tiga jenis jaringan meristem berdasarkan letaknya yaitu meristem apikal, meristem lateral (meristem samping) dan meristem interkalar (meristem antara). Berikut penjelasannya.

Meristem Apikal

Apikal artinya ujung. Jadi meristem apikal itu adalah meristem yang berada pada ujung tumbuhan atau dekat ujung tumbuhan. Meristem apikal terletak pada ujung batang dan dekat ujung akar (pada ujung akar terdapat tudung akar yang bukan merupakan meristem).

Meristem apikal merupakan meristem primer yang aktif tumbuh. Meristem ini sangat dibutuhkan agar tumbuhan khususnya batang dapat tumbuh lebih tinggi. Pembentukan kuncup bunga pada batang utama juga dimulai daran perkembangan, i meristem apikal ini.

Meristem apikal terdapat pada tumbuhan biji terbuka (gymnospermae), tumbuhan biji tertutup (angiospermae), tumbuhan paku (pteridophyta).

Daun primordial atau asal mula daun pada tumbuhan dihasilkan oleh meristem apikal ujung batang. Daerah titik tumbuh daun pada batang dinamakan bongkol. Bongkol tumbuh dari buku.

Jarak antar bongkol pada ujung batang cukup berdekatan sedangkan daun daun berkembang sangat cepat menyebabkan daun daun tumbuh diatas meristem apikal pembentuknya.

Jaringam meristem apikal juga kelak akan membentuk meristem lateral pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan biji terbuka. Tumbuhan yang memiliki kambium.

Meristem Lateral/Samping

Meristem ini terdapat pada tumbuhan dikotil dan biji terbuka (angiospermae). Jaringan meristem lateral contohnya adalah felogen dan kambium.

Meristem lateral letaknya sejajara dengan permukaan organ tumbuhnya. Jadi tugas meristem lateral adalah pembesaran batang. Oleh karena itulah pada tumbuhan yang tidak memiliki kambium atau dan felogen (kambium gabus) tidak mengalami pembesaran batang, contoh pada tumbuhan monokotil seperti rerumputan.

Meristem Interkalar

Meristem interkalar terletak di antara jaringan jaringan dewasa. Jadi meristem ini sering ditemui pada tumbuhan yang memiliki batang beruas-ruas.

Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar/antara adalah keluarga rerumputan.

Meristem interkalar tumbuh diantara ruas ruas batang sehingga memperbesar jarak antar ruas batang. Meristem interkalar sangat banyak pada tumbuhan Bambu dan Jagung. Bahkan bambu memiliki pertumbuhan ruas batang yang paling cepat didunia yang menyebabkan bambu dapat tumbuh 95 cm setiap hari.

Bayangkan bila ada hewan yang memiliki kecepatan tumbuh seperti bambu.

3. Perkembangan Pada Tumbuhan

Perkembangan pada tumbuhan terjadi beriringan pada tumbuhan setelah berkecambah. Terbentuknya akar, daun dan batang juga merupakan bentuk dari perkembangan tumbuhan.

Bahkan boleh dikatakan satu satunya bagian pertumbuhan pada tumbuhan yang murni adalah pada bagian meristem.

Perkembangan puncak dari tumbuhan adalah terbentuknya organ reproduksi yaitu bunga pada tumbuhan tingkat tinggi dan sporangium pada tumbuhan paku dan lumut.

Penjelasan lebih detail tentang perkembangan tumbuhan pada tahap perkembangbiakan seperti pembentukan bunga dan polinasi serta ovulasi tumbuhan dan pembentukan biji akan dijelaskan pada artikel terpisah.

4. Metagenesis Pada Tumbuhan Tingkat Rendah

Pengertian metagenesis adalah daur hidup yang dimiliki oleh tumbuhan tingkat rendah yang memiliki dua jenis pembiakan/cara reproduksi yaitu generatif (seksual/perkawinan jantan betina) dan vegetatif (aseksual/umumnya menggunakan spora).

Jadi metagenesis itu membuatnya terjadi perbedaan atau pergiliran antara keturunan yang menghasilkan sel kelamin (gametofit) dan keturunan yang menghasilkan spora (sporofit).

Karena kemampuan inilah tumbuhan tingkat rendah dinamakan pionir kehidupan produsen di muka bumi. Kemampuannya untuk membentuk spora membuatnya dapat tetap ada dan hidup dalam kondisi lingkungan kritis sekalipun.

Penjelasan lebih detail tentang metagenesis pada tumbuhan tingkat rendah seperti paku dan lumut akan dijelaskan masing masing pada artikel yang berbeda.

Adapun suplemen materi tentang proses perkecambahan pada biji juga akan dijelaskan pada postingan selanjutnya.

5. Faktor Faktor Yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

Tentu saja dibutuhkan sebab untuk tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang. Secara garis besar ada tiga tahap atau tiga faktor utama yaitu interseluler, intraseluler dan lingkungan.

Faktor interseluler dan intraseluler disebut sebagai faktor internal tumbuhan sedangkan faktor lingkungan disebut sebagai faktor eksternal/luar.

Faktor Internal/Dalam Tumbuhan

Ada dua faktor utama dalam intenal tumbuhan yaitu gen dan hormon tumbuhan.

Faktor Internal : Gen

Gen tentu saja menjadi dasar untuk semuanya. Mulai dari warna, tinggi, area pembentukan, tingkat keberhasilan hidup, resistensi penyakit, potensi pertumbuhan dan banyak lagi, semua itu dipengaruhi oleh gen.

Gen merupakan fragmen dari DNA yang memiliki fungsi dalam mengkode dalam pembentukan enzim. Enzim tersebutlah yang kemudian berperan dalam proses fisiologis kompleks setelahnya.

Faktor Internal: Hormon

Hormon adalah senyawa kimia yang mendorong dan memiliki fungsi biologis tapi bekerja cukup lambat. Enzim bekerja cepat.

Bila dilihat dari struktur kimianya, hormon tumbuhan memiliki rantai yang lebih kompleks dan lebih berat dari enzim.

Hormon tumbuhan ada banyak macamnya seperti auksin, sitokinin, giberilin, asam absisat, kalin dan gas etilen.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel Hormon Tumbuh Pada Tumbuhan

6. Faktor Eksternal/Luar Tumbuhan

Sedikitnya ada lima faktor eksternal pada tumbuhan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya yaitu (1) makanan (nutrition), (2) Suhu (temperatur), (3) intensitas cahaya (light intensity), (4) Air dan kelembaban (water and humidity) (5) Media tumbuh.

Kelima faktor diatas memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Kenapa seperti itu? Hal itu karena faktor eksternal akan mempengaruhi faktor internal yang ada pada tumbuhan. Walaupun pada tahap gen hanya dapat terjadi apabila terjadi mutasi.

1. Faktor Eksternal: Intensitas Cahaya

Ini merupakan faktor yang dapat dikatakan paling penting setelah air dan nutrisi. Seperti yang anda ketahui, tumbuhan melakukan fotosintesis. Baca artikel tentang fotosintesis pada tumbuhan.

Oleh karena itu tumbuhan memerlukan cahaya sebagai sumber energi dalam pembentukan glukosa yang selanjutnya menjadi amilum dan kemudian menjadi cadangan makanan.

Kenapa menggunakan kata intensitas cahaya? Hal tersebut karena cahaya yang terlalu kuat dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, begitupula sedikitnya cahaya.

Hal yang sama terjadi dengan lamanya penyinaran dan lamanya gelap pada tumbuhan. Hal tersebut dalam ilmu biologi dinamakan fotoperiode tumbuhan.

Kondisi cahaya minim, menyebabkan pertumbuhan bertambah cepat, pembelahan pada daerah meristem apikal bertambah cepat, akan tetapi perkembangan seperti penebalan dan diferensiasi menjadi sangat kurang maksimal.

2. Faktor Eksternal: Air dan Kelembaban

Faktor eksternal juga sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Air merupakan salah satu kunci dalam proses fotosintesis tumbuhan.

Air dengan susunan kimia H2O penting dalam fotosintesis tumbuhan serta menjadi pelarut bagi nutrisi hara dari luar serta menjaga tumbuhan dari kekeringan.

 

Kelembaban berhubungan dengan banyaknya air dilingkungan seperti udara ataupun pada media tanam seperti tanah. Hal tersebut mempengaruhi dalam penyerapan nutrisi pada akar dan menjaga tumbuhan dari kekeringan.

3. Faktor Eksternal: Suhu

Dibutuhkan suhu yang tepat agar tumbuhan dapat melaksanakan pertumbuhan dan perkembangan dengan optimal. Kondisi tersebut dinamakan suhu optimum.

Beda tumbuhan memiliki beda suhu optimum. Ada tumbuhan yang memiliki kemampuan untuk tumbuh dalam berbagai suhu atau memiliki kemampuan hidup yang tinggi.

Ada juga tumbuhan yang hanya mampu hidup pada suhu yang sempit. Contoh pada kaktus, hanya mampu tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah yang memiliki kadar air rendah dan suhu yang cukup tinggi (panas).

Ada juga tahap pada perkembangan tumbuhan yang membutuhkan suhu lebih tinggi atau lebih rendah agar terbentuk bunga. Ini yang membuat ada namanya musim buah tertentu. Contoh tidak setiap hari kita jumpai durian dan buah lainnya. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh fotoperiode.

4. Faktor Eksternal : Makanan / Nutrisi

Makanan atau nutrisi pada tumbuhan menjadi faktor yang boleh dikatakan menjadi pendorong optimalnya pertumbuhan dan perkembangan suatu tumbuhan.

Sesungguhnya dalam keadaan normal, tumbuhan hanya tumbuh pada daerah yang memang cocok untuk dia tumbuh. Akan tetapi, karena manusia bercocok tanam dan menumbuhkan tumbuhan pada daerah semau mereka maka dibutuhkan pendorong pertumbuhan dan perkembangan.

Pendorong tersebut dapat hadir dalam bentuk nutrisi sehingga mendorong pembentukan hormon tumbuhan. Contoh nutrisi yang dimaksud adalah pupuk.

Dengan adanya pupuk, tanah yang seharusnya tidak dapat ditumbuhi baik oleh tumbuhan seperti jagung dan padi pada akhirnya menjadi optimum karena adanya pemupukan.

5. Faktor Eksternal : Media Tumbuh (tanah)

Dulunya faktor ini disebut sebagai tanah saja, akan tetapi dengan majunya ilmu biologi khususnya bioteknologi pertanian dan tumbuhan, maka disebutlah sebagai media tumbuh.

Tanah umumnya menjadi media tumbuh pada tumbuhan. Media tumbuh yang memiliki ruang udara yang baik serta kelembaban dan nutrisi yang cukup serta mikroba pengurai dan pengolah nitrogen menjadi tanah yang optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Teknologi dalam media tumbuh membuat media tumbuh menjadi variatif, contoh media tumbuh air (hidroponik), media tumbuh tanpa media tumbuh (aeroponik), dan media tumbuh gel / agar agar pada kultur jaringan.

Yah, demikianlah artikel tentang pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dan faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Silahkan cari cari data lebih banyak tentang perkecambahan pada tumbuhan, pembungaan, pembentukan bunga, daun serta hal hal lain yang sempat disinggung dalam artikel ini agar lebih paham tentang materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Tetap belajar karena belajar itu mudah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here