Filsafat Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Ideologi

loading…


Filsafat Pancasila

Apa itu filsafat Pancasila? Kali ini dalam belajar itu mudah, learniseasy.com akan dijelaskan tentang Filsafat Pancasila dan dasar dasar Pancasila dalam ilmu filsafat seperti dasar ontologi Pancasila, dasar epistemologi, dasar aksiologi pancasila dan perbandingan ideologi Pancasila dengan ideologi lainnya.

Berdasarkan buku Pendidikan kewarganegaraan, dijelaskan Filsafat Pancasila adalah refleksi kritis dan rasional (critical and rational reflection) tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa (about Pancasila as the state and the nation’s cultural reality) dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertian secara mendasar dan menyeluruh (with the aim to get points and a thorough understanding of fundamental). Mari kita simak beberapa pembagian pembahasan filsafat Pancasila mulai dari ontologi Pancasila, aksiologi Pancasila dan epistemologi Pancasila. Belum tahu apa itu ontologi, aksiologi dan epistemologi, cari pengertiannya.

Dasar Ontologi Pancasila

Filsafat Pancasila | Dasar ontologi Pancasila pada hakikatnya adalah manusia, yang mempunyai hakikat mutlak yaitu monopluralis, atau monodualis, karena itu juga disebut sebagai dasar antropologis.

Subyek pendukung pokok dari sila-sila Pancasila adalah manusia. Hal itu dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berkesatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia.

Kemudian, melihat lebih jauh tentang Pancasila bahwa pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia (NKRI) mempunyai susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan, serta memiliki sifat dasar kesatuan yang mutlak, yaitu berupa sifat kodrat monodualis, sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Disamping itu, kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri, sekaligus sebagai makhluk Tuhan (God creation).

Filsafat Pancasila | Konsekuensi dari hal tersebut tentu saja bahwa segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilai-nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut.

Filsafat Pancasila | Selanjutnya, seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. Hal tersebut memiliki arti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan mengambil sumber dari nilai-nilai Pancasila. Lalu seperti apa saja aspek penyelenggaraan negara itu? Contohya seperti bentuk negara, sifat negara, tujuan negara, tugas/ kewajiban negara dan warga negara, sistem hukum, moral negara, serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya (Baca pengertian negara dan tujuan negara serta sifat negara).

Dasar Epistemologi Pancasila

Filsafat Pancasila | Apa yang dimaksud dengan dasar epistemologi Pancasila? Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Hal itu dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. Oleh karena itu, dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia.

Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya mencakup tentang berbagai masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila seperti yang dijelaskan dan kita ketahui bersama adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri.

Susunan isi makna Pancasila mencakup 3 hal, yaitu:

  • Isi arti Pancasila yang umum universal, yakni hakikat sila- sila Pancasila yang merupakan inti sari Pancasila sehingga merupakan pangkal tolak dalam pelaksanaan dalam bidang kenegaraan dan tertib hukum Indonesia serta dalam realisasi praktis dalam berbagai bidang kehidupan konkrit.
  • Isi arti Pancasila yang umum kolektif, yaitu isi arti Pancasila sebagai pedoman kolektif negara dan bangsa Indonesia terutama dalam tertib hukum Indonesia. Dan
  • Isi arti Pancasila yang bersifat khusus dan konkrit, yaitu isi arti Pancasila dalam realisasi praktis dalam berbagai bidang kehidupan sehingga memiliki sifat khusus konkrit serta dinamis.

Selanjutnya, susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis, baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari sila-sila Pancasila itu. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila itu bersifat hirarkis dan berbentuk piramidal yaitu:

  • Sila pertama Pancasila menjiwai dan menjiwai mendasari keempat sila lainnya,
  • Sila kedua pancasila didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga, keempat dan kelima,
  • Sila ketiga pancasila, didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua, serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima,
  • Sila keempat pancasila, didasari dan dijiwai sila pertama, kedua dan ketiga, serta mendasari dan menjiwai sila kelima, dan
  • Sila kelima pancasila, didasari oleh sila pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima.

Dasar Aksiologi Pancasila

Apai itu dasar aksiologi Pancasila? Apa yang dimaksud dasar aksiologi pancasila? Kajian tentang aksiologi filsafat Pancasila pada hakikatnya menelaah tentang nilai praktis atau manfaat suatu pengetahuan tentang pancasila. Aksiologi Pancasila berarti membahas tentang filsafat nilai Pancasila. Dalam filsafat Pancasila, ada 3 tingkatan nilai, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Nilai dasar yaitu asas-asas yang mutlak kebenarannya.

Apa nilai nilai dasar dari Pancasila? Nilai-nilai dasar dari pancasila berupa nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.

Apa itu nilai instrumental Pancasila? Nilai instrumental, yaitu nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan dibakukan dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga Negara.

Kemudian apa itu nilai praktis Pancasila? Nilai praktis Pancasila adalah nilai yang harus dilaksanakan. Nilai ini untuk menguji apakah nilai dasar dan nilai instrumental hidup dalam masyarakat.

Secara aksiologis, bangsa Indonesia adalah pendukung nilai-nilai Pancasila. Bangsa Indonesia yang berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan (Semangat Bhineka tunggal ika), berkerakyatan, dan berkeadilan harus mengakui, menghargai, dan menerima Pancasila yang dapat kita lihat dalam setiap sikap, tingkah laku, dan perbuatan bangsa Indonesia

Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Negara Lain di Dunia

Pancasila sebagai ideologi merupakan ideologi terbuka yaitu ideologi yang tidak dimutlakkan , berbeda dengan Ideologi lain yang lebih bersifat tertutup. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Merupakan kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat, bukan keyakinan ideologis sekelompok orang (Is a wealth of spiritual, moral, and cultural, not ideological convictions group of people), melainkan kesepakatan masyarakat (but rather a community agreement).
  • Pancasila sebagai ideologi tidak buat oleh negara, tetapi ditemukan sendiri oleh masyarakat, dan menjadi milik masyarakat.
  • Pancasila sebagai ideologi tidak memiliki isi yang langsung operasional, sehingga setiap generasi dapat mendalami lagi falsafah tersebut dan mencari implikasinya dalam situasi kekinian.
  • Pancasila sebagai ideologi tidak membatasi kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, tetapi menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap falsafah itu.
  • Pancasila sebagai ideologi menghargai pluralitas (Keberagaman), sehingga dapat diterima warga masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

Sedangkan ideologi lain yang bersifat tertutup, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Ideologi itu merupakan cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar untuk mengubah masyarakat.
  • Ideologi itu akan dipaksakan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat.
  • Bersifat totaliter, artinya mencakup semua bidang kehidupan.
  • Tidak menghormati hak asasi manusia dan tidak menghargai pluralisme.
  • Menuntut masyarakat untuk memiliki kesetiaan total terhadap ideologi itu.
  • Isi ideologi berupa tuntutan-tuntutan kongkret dan operasional yang keras, mutlak, dan total.

Walaupun perbedaan diatas tidak mencakup atau menjelaskan ataupun membandingkan pancasila dengan ideologi lain secara spesifik seperti ideologi komunisme, liberalisme, kapitalisme dan lainnya, akan tetapi, dalam secara umum, Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memang memiliki keunggulan dibandingkan dengan ideologi manapun. Hal ini wajar. Kewajaran ini diakibatkan oleh Ideologi Pancasila dihadirkan oleh bangsa yang telah lama terjajah, bukan oleh bangsa yang ingin mengekspansi kekuasaannya dan juga terlahir diwilayah yang memiliki beragam kebudayaan dan sejarahnya, serta terangkai oleh begitu banyak kepulauan dan suku.

Pengertian Pancasila

Pengertian Pancasila

Sekian artikel tentang Filsafat Pancasila sebagai Dasar Negara serta tambahan pembahasan tentang keunikan Pancasila sebagai ideologi Indonesia dibandingkan  dengan ideologi lainnya secara umum. Tetap belajar dan terus belajar karena belajar itu mudah. Learniseasy.com.

loading…


Filsafat Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Ideologi | Wulan Dary | 4.5
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
Kl1k 2 kali (x) tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×