Pengertian Majas Macam Macam Majas dan Contoh Majas

loading…


Majas: Pengertian, Macam Macam dan Contoh Majas

Pengertian majas dan contohnya | Learniseasy.com, kali ini kita akan belajar tentang pengertian majas, macam macam majas, contoh contoh majas. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita ketahui bahwa majas adalah salah satu poin yang harus anda ketahui karena penggunaannya dalam karya tulis sastra seperti puisi. Selain itu, banyak soal UAN ataupun SBMPTN nantinya yang pasti ada tentang pengertian majas, macam macam majas, dan juga contoh majas. Berikut penjelasannya.

Pengertian Majas

Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk memperoleh efek tertentu dari suatu benda atau hal dengan cara membandingkannya dengan benda lain atau hal lain yang lebih umum. Batasan dalam pengertian majas dijelaskan bahwa bahasa kias yang akan membuat suatu hal tersebut memiliki nilai rasa dan konotasi tertentu. Dalam buku karangan Soemardjo dan Saini dijelaskan bahwa pengertian majas sebagai suatu cara dalam menggunakan bahasa sehingga menambah daya ungkap maupun daya tarik.

Dalam buku Pintar Bahasa Indonesia dituliskan bahwa pengertian majas adalah cara menyampaikan perasaan ataupun pikiran penulis dengan bahasa yang mampu memberikan kesan yang diharapkan secara maksimal dan efektif kepada pembaca.

Lalu bagaimana pendapat anda tentang pengertian majas? Sederhananya, bila anda mengatakan sesuatu akan tetapi menyamarkan artinya ataupun maksudnya maka itu adalah majas. Lalu apakah majas hanya ada dalam bentuk tulisan? Tidak ! Pengertian majas yang paling sederhana adalah gaya berbahasa. Dalam bahasa Inggris majas disebut sebagai figure of speech, dengan menggunakan diksi atau pilihan kata yang membuat penyampaiannya berbeda. Walaupun begitu jangan anggap menggunakan majas artinya lebay. Tidak sama sekali. Menggunakan majas artinya membuat sesuatu hal yang diungkapkan tersebut memiliki efek semaksimal yang penulis harapkan. Contohnya bila penulis ingin membuat sebuah puisi atau tulisan yang berisikan tentang kesedihan hidup seseorang, maka dengan menggunakan diksi dan majas yang tepat, maka pembaca tidak hanya mengetahui kondisi hidup seseorang tersebut akan tetapi mampu merasakan kesedihan tersebut.

Jadi bagaimana dengan gombal? Apakah itu termasuk majas? Setelah belajar tentang macam macam majas, anda akan tahu membedakan majas apa yang digunakan saat orang menggombal anda ataupun anda yang menggombal orang lain. Kan keren kalau tahu dan bilang sama yang gombal kalian tentang jenis macam yang dia gunakan.

Macam Macam Majas dan Contohnya

Secara garis besar, terdapat 4 macam majas yaitu penegasan, majas perbandingan, majas sindirian, dan majas pertentangan. Berikut penjelasan macam macam majas dan contohnya:

A.  Majas perbandingan

Majas perbandingan adalah gaya bahasa yang digunakan dengan membandingan yang satu dengan yang lain. Terdapat sedikitnya 12 jenis majas perbandigan yaitu majas hiperbola, majas personifikasi, majas litotes, majas sinestesia, majas metonemia, majas asosiasi, majas aptronim, majas simile, majas metamofora, majas antropomorfisme, alegori, alusio, dan eufimisme. Berikut penjelasan jenis jenis majas perbandingan dan contohnya.

1. Personikasi

Majas personikasi adalah majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat sifat manusia kepada benda benda mati sehingga seolah olah mempunyai sifat seperti benda hidup

Contoh majas perbandingan majas personifikasi:

Pensil itu menari menari di atas buku gambar.
Angin berbisik menyampaikan salamku padanya
Bel sekolah itu telah memanggil manggil agar siswa siswa cepat masuk kelas.

2. Majas perbandingan: Metafora

Majas metafora adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama.

Contoh majas metafora:

Raja hutan telah siap untuk menerkam
Raja siang telah pergi keperaduannya
Dewi malam telah keluar dari balik awan

3. Hiperbola

Pengertian majas hiperbola adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mengganti peristiwa atau tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang lebih hebat pengertiannya.

Contoh majas hiperbola:

Ayah memeras keringat untuk menghidupi keluarganya
Harga bensin membubung tinggi
Ibu membanting tulang demi menghidupi anak anaknya.

4. Litotes

Pengertian majas litotes adalah majas yang melukiskan keadaan dengan kata kata yang berlawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan diri.

Contoh majas litotes:

Kapan kapan sudikah engkau mampir ke gubukku
Kami hanya bisa menyediakan teh dingin dan makanan kampung saja
Perjuangan kami hanyalah setitik air dalam luas samudera.

5. Majas Asosiasi

Pengertian majas asosiasi adalah majas yang membandingkan sesuatu dengan keadaan lain karena persamaan sifat.

Contoh majas asosiasi:

Wajahnya bagai pinang dibelah dua
Semangatnya keras bagai baja
Bagai laksana tak bertuan

6. Majas Metonimia

Pengertian majas metonimia adalah majas yang menggunakan merek dagang atau nama barang untuk melukiskan sesuatu yang dipergunakan sehingga kata itu berasosiasi dengan benda keseluruhan.

Contoh majas metonimia:

Umar pergi ke Bogor memakai Honda
Garuda yang mengantarkan kepergian ayah ke Makkah
Nutrisari menyegarkan tenggorokanku.

7. Eufimisme

Pengertin majas eufimisme adalah majas yang melukiskan suatu benda dengan kata kata yang lembut untuk menggantikan kata kata lain yang lebih sopan.

Contoh majas eufimisme:

Tunenetra itu berjalan ringan
Pramusaji itu sangat ramah
Pemerintah sedang berusaha memberantas tunasila

8. Sinestesia

Pengertian majas sinestesia adalah gaya bahasa yang menghubungkan satu indera untuk dikarenakan kepada indera lain.

Contoh majas sinestesia:

a. Ia tersenyum kecut ketika mendengar dirinya tidak lolos ujian. (kecut= asam, untuk indera pengecap dipakai untuk indera penglihatan).

b. Perkataan dosen pembimbing skripsi tidak sungguh pedas (pedas untuk indera pengecap digunakan untuk indera pendengaran).

9. Aptronim

Pengertian majas aptronim adalah gaya bahasa melalui melekatkan nama khas para seseorang berdasarkan pekerjaannya.

Contoh majas aptronim

a. Bolas kambing adalah tetangga yang sehari harinya belantik kambing.

b. Mas Ical sedang ke Rumah Ali koplo mengopi lagu-lagu dangdunt koplo
c. Ditya becak adalah teman saya di sanggar teater yang sekarang menjadi tukang becak di simpang tiga pasar.

10. Simile

Pengertian majas simile adalah gaya bahasa yang diungkapkan dengan memakai perbadingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung seperti bagaikan, layaknya, seperti, dan bagai.

Contoh majas simile:

a. Seperti sisik, masa lalumu bertumpuk-tumpuk
Melingkar-lingkar di akar akar bakau
Membelit menyisakan cerita perih
(Pelabuhan sunyi) oleh hasta indriyana)

b. Seperti kapal berlabuh, aku di sampingmu
Bersimpuh melipat sauh. Burung-burung yang dulu
terbang jauh telah kembali, dan di tangannya
hanya puisi, sedikit doa serta air mata
(Ketika bersujud di Kaki Jenazah Ibu oleh karangan Budhi Santosa).

11. Antropomorfisme

Pengertian majas antropomorfisme adalah gaya bahasa yang digunakan melalui penggunaan kata atau bentuk lain yang berkaitan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.

Contoh majas antropomorfisme:

a. angin menabik
lewat jendela kaca terbuka
duka yang kuterima seharum mekar kuntum bunga

b. lidah lidah lonceng memukul sunyi
Siapa menumpahkan fajar dalam mimpimu? Kamar gemetar
Dan ranjang melayarkan rindu ke pelabuhan abadi
Kudengar kepak camar menggarami udara
Betapa jauh. Betapa lama.

12. Alegori

Pengertian majas alegori adalah majas yang menyatakan suatu hal dengan cara lain menggunakan kiasan ataupun penggambaran.

Contoh majas alegori

Mulyoharjo! Mulyoharjo! Seakan akan nama itu batu besar yang dijatuhkan ke permukaan air mukanya, menimbulkan gelombang dashyat disana. Setelah gelombang itu pelan pelan mereda, pelan pelan menjadi riak riak kecil, hingga akhirnya tentang menjadi permukaan bening mengaca, barulah dia mendeka ke sisi Armada (Oleh Martin Aleida berjudul “Malam Kelabu”).

13. Alusio

Pengertian majas alusio adalah gaya bahasa yang mengusahakan agar tercipat sugesti kesamaan antara orang, tepat ataupun peristiwa

a. Saya setuju, meskipun demikian, kebanyakan misteri sudah menjadi barang biasa. Mitologi sendiri sudah tidak menjadi omong kosong. Begitu orang berhasil mendaki gunung Olympus dan tidak menemukan apa ap, fondamen mitologi Yunani Kuno sudah longsor. Di sana tidak ada dewa tertinggi Zeus, tidak ada dewa perkasa Herkule, dan tidak ada anak anak dewa yang memperlakukan manusia bagaikan anak anak memperlakukan alat.

B. Majas Penegasan

Pengertian majas penegasan adalah majas atau gaya bahasa yang digunakan menggunakan pilihan kata atau diksi yang bermakna menegaskan sesuatu hal yang ingin disampaikan. Artikel dibawah ini akan menjelaskan tentang 12 macam majas penegasan dan pengertian dari tiap tiap majas tersebut seperti majas repetisi, pleonasme, apofasis, pararima, majas aliterasi, asonansi, majas tautologi, antanaklasis, sigmatisme, ansidenton, polisedenton, dan majas interupsi.

1. Majas Repetisi

Majas penegasan contohnya majas repetisi yaitu pengulangan kata, frasa dan klausa yang sama sehingga dalam suatu kalimat ataupun artiel dapat dianggap penting untuk memberikan penekanan. 

Contoh majas repetisi

a. Burung kutilang di cabang nangkasabrang
Kicaunya nyaring menebari muka ladang
Kicaunya nyaring menyambut pagi datang
Kicaunya nyaring mengantar hari petang

(Dikutip dair puisi “Kutilang” karya Piek Ardijanto Soeprijadi).

b. Sebenci bara api pada dunia dan laki laki
ia benci
sebenci malam hitam pada dini hari
ia benci
benci pada mereka yang bikin hutannya mati

(Puisi berjudul “Magdalena” karangan Fridolin Ukur).

c. Dari balik puing puing ini
Dari balik gosong nyeri
dari balik abu dan tulang tulang ini
cepat temukan kata!

(Puisi berjudul “Cari” karya Sutardji Calzoum Bachri)

2. Majas Pleonasme

Pengertian majas pleonasme adalah majas dengan menambahkan keterangan pada pernyataan yang telah jelas atau menambahkan atribut atau keterangan yang sesungguhnya tidah dibutuhkan.

Contoh majas pleonasme:

a. Kau sembahyang bersama para leluhur. Dan lubang peluru di tengkorak kepala itu mengeluarkan gema yang dibawa sungai sungai (Puisi berjudul “Pidie”, berjudul Ahda Imran).

b. “Ikutlah ke negeriku”, bujukmu
“di sana- bahkan setelah tua sekalipun di setiap akhir tahun – kau masih dapat jadi sinterklas, membayangkan dirimu naik kereta salju yang ditarik kijang bertanduk panjang dan menipu ribuan anak anak”

(Karangan berjudul “Prometheus”, oleh Aslan A. Abidin).

c. Masih kudengar
suara panggilan itu menggeletak
pada meja yang berdebu

(Puisi berjudul “Kota Purba” oleh Dorethea Rosa Herliany)

d. Hujan turun ke bumi membasahi tanah

e. Saya melihat dengan mata kepala sendiri

3. Apofasis

Pengertian majas apofasis adalah majas yang menegaskan sesuatu melalui seolah olah menyangkal yang ditegaskan.

Contoh majas apofasis:

a. Anda adalah kaum terdidik yang menjunjung kesantunan. Sikap tidak sopan anda ditempat ini telah membuat warga resah.

b. Citra anda di hadapan rekan rekan di kantor cukup baik. Akan tetapi, akibat adanya kasus pelecehan ini anda telah menghancurkan semuanya.

c. Terima kasih atas kebaikan yang telah anda lakukan selama ini. Tetapi maaf, kebohongan yang telah kamu lakukan telah menghilangkan kepercayaan saya kepadamu.

4. Pararima

Pengertian majas pararima adalah majas dengan cara mengulang konsonan di bagian awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan

Contoh majas pararima

a. Apakah kau dengan petir
Dari balik balik
Dadaku bergetar getir?

(Puisi berjudul “Petir” karangan M.Aan Mansyur).

b. Selamat sore Mata le
Bukit yang tak pernah lelah oleh deru letusan
Lurah yang tak leleh oleh dera matahari

(Puisi berjudul “Mata le” oleh Hasta Indriyana).

c. Di situ dia berkicau, tentang cinta yang kacau

(Puisi berjudul “Penyair, Buah Apel dan Dokter yang Cantik” karangan Hasan Asphani).

d. Gudang gudang gedung berwarna gading.

5. Aliterasi

Pengertian majas aliterasi adalah majas dengan cara mengulang bunyi konsonan pada bagian awal kata secara berurutan.

Contoh majas aliterasi:

a. Kami mengeramas rambut kami biar subur dan rindang. Memang, kadang kadang kepala kami gundul dan gersang, tapi kami tetap memupuknya dengan sampoh rempah dan rimpang, agar akar rambut kami tetap kuat dan tunjuang.

(Karangan berjudul “Rindang” oleh T.S. Pinang).

b. Cicak itu cintaku, berbicara tentang kita, yaitu nonsens.

“Karangan berjudul “Dongeng sebelum tidur” oleh Goenawan Mohamad)

c. Susah sungguh saya sampaikan
degup degupan di dalam kalbu
Lemah laun lagu dengungan
Matny digamat rasaian waktu

(Karangan berjudul “Bukan Beta bijak berperi” oleh Rustam Effendi).

6. Asonansi

Pengertian majas asonansi adalah gaya bahasa yang dilakukan dengan cara mengulang bunyi vokal, baik di bagian awal, tengah maupun akhir baris atau kalimat

Contoh majas asonansi

a. Lama nian tak kausapa
Sebuah wajah
Mengindap rasa gelisah
Lama nian tak kausintuh
Telaga teduh
Kalbu yang memendam rindu

(Karangan berjudul “Lama Nian Tak Kusapa” oleh Surachman R.M.).

b. Pagi berkabut
Hatiku terpaut
Pedagang sayur turun dari Lawu
Matanya masih sayu
Jalan menanjak, telaga Sarangan kutuju
Dari sini aku, keluar dari sarang rindu

(Puisi berjudul “Magetan” karangan Hasta Indriyana).

c. Cahaya bintang jauh
sayup sayup sampai
Ia memancarkan warnah teduh
lepas-lepas terurai

(Puisi berjudul “Lilin” oleh Linus Suryadi AG).

7. Tautologi

Pengertian majas tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata dengan memakai sinonimnya.

Contoh majas tautologi

a. Mengapa kamu cemas dan gelisah begitu

b. Hancurluluh seketika
Dan paduan dua jiwa

(“Pelarian” oleh Chairil Anwar)

c. Di dalam suka di dalam duka
Waktu bahagia waktu merana
Masa tertawa masa kecewa

d. Betapa sepi ini malam
Betapa sunyi pengharapan

8. Antanaklasis

Pengertian majas antanklasis adalah gaya bahasa yang diungkapkan melalui pengulangan kata yang sama tetapi memiliki makna yang berbeda

Contoh majas antanaklasis

a. tanggal tanggal yang tanggal itu
Kini tinggal beberapa?

(“Sajak ulang tahun” oleh Hasta Indriyana).

b.Beberapa saat setelah memerah susu
Haji Kasan melihat pucuk merapi memerah
Sapi sapi tetap di kandang, diberi ampas tahu
Hewan hewan turun, Ia tak mau tahu

c. Pemuda itu memberikan rangkaian bunga pada bunga desa.

9. Sigmatisme

Pengertian majas sigmatisme adalah gaya bahasa yang digunakan dengan cara mengulang bunyi atau konsonan “s”.

Contoh majas sigmatisme:

a. Semua sudah tersedia
Kursi kebun warna warni
Di atas rumputan hijau

(Rumah Andreas, W. S. Rendra)

b. Sampai suatu saat kita terpaksa merapat
Tragedi tersebut telah tercipta dengan cepat

(“Perkara lama” karangan Gunawan Maryanto)

c.Apa yang tertinggal sayang? sesuatu yang tak usai, tak selesai selesai. tak selesai selesai.

10. Asindeton

Pengertian majas asindeton adalah majas yang memiliki sifat padat dan mampat,dengan cara tidak menghubungkan dengan kata sambung beberapa kata, frasa, dan klausa yang tidak sederajat.

Contoh majas asidenton:

a. Gegap gempita membahana
Mengguruh riuh mengguntur
b. Lahir. Hilang. Gugur. Hidup. Mengalir Sudah.
(Puisi berjudul “Pahlawan” oleh Mustofa Bisri)
c. Jadi waspadalah!
Tetep, madep, manteb
Gemati, nastiti, naati-ati
Supaya kita mandiri-perkasa dan pintar
ngatur hidup
(Puisi berjudul “Istri” oleh Darmanto Jatman).

11. Polisidenton

Pengertian majas polisidenton adalah gaya bahasa yang berlawanan dengan asidenton yang menghubungkan beberapa kata, frasa, klausa menggunakan kata sambung.

Contoh majas polisindenton

a. Jembatan telah mengantar orang bukit
Menuju pasar menuju sawah menuju
Sekolah menuju jawaban yang ditanyakan
Seperti halnya air dan pasir yang mengalir
Dari hulu ke hilir melewati kota melewati
Nama nama desa melewati seribut
Penyeberangan melewati ingatan
Menuju muara

(Menyeberang jembatan menuju kali Opak)

b. Aku takut Negara ini akan runtuh
Sesaat setelah lebaran, sesaat sebelum natal
Sesaat sesudah nyepi, sesaat sebelum waisyak
Aku tahu semua rezim akan hancur
Dan muncul penguasa baru
(Puisi berjudul “Menuju Nengeri abadi”, oleh Eka Budianta).

c. Mulai dengan lapar kita berikir
kita berpikir. Mulai dengan
lapar kita takut. Mulai dengan
Lapar kita gemetar. Mulai
dengan lapar kita ngeri.
Mulai dengan lapar kita
lumpuh (Puisi oleh Sides Sudyarto “Mulai dengan lapar”).

12. Interupsi

Pengertian majas interupsi adalah gaya bahasa yang digunakan melalui penambahan keterangan diantara unsur unsur kalimat.

Contoh majas interupsi

a. Salah sesorang mahasiswanya, yang saat itu diberi tugas menulis cerita pendek, menulis tentang seorang laki laki yang tidak bisa melupakan cerita cinta pertamanya dan rela menunggu selama 51 tahun, 9 bulan dan 4 hari untuk mendapatkannya lagi.
b.di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru .

C. Majas sindiran

Majas sindiran terdiri atas ironi, sinisme, sarkasme dan majas satire serta majas innuendo. Berikut penjelasan dan 5 contoh majas sindiran.

1. Ironi

Pengertian majas ironi adalah gaya bahasa yang menyembunyikan fakta atau yang sebenarnya dengan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.

Contoh majas ironi

a. Makmur dan sukses hidupmu, hingga badanmu kurus begini!
b. Negeri ini kaya dan sejahtera, banyak gelandangan dan pengimis di jalanan, harga harga kebutuhan hidup mahal dan masalah masalah mendera setiap waktu.
c. Anda memang rendah hati, dimana mana selalu saja memamerkan kekayaan dan mengaku sebagai yang paling hebat

2. Sinisme

Pengertian majas sinisme adalah gaya bahasa yang menggunakan cara mencemooh ide ataupun gagasan tentang kebaikan seseorang.

Contoh majas sinisme:

a. Sikapmu yang diam dan sabar itu membuatku frustasi karena sama sekali tidak ada solusi yang kamu tawarkan
b. Kepintaran dan kecekatan bos kami yang baru membuat kami, para karyawan, sering bingung dan merasa bodoh.

3. Sarkasme

Pengertian majas sarkasme adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir secara langsung dan kasar

Contoh majas sarkasme

Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah dengan sapaan palsu. Lalu mereka pun belajar sejarah palsu dari buku buku palsu. Di akhir sekolah mereka terpengarah melihat hamparan nilai mereka yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah mereka ke rumah rumah bapak dan ibu guru untuk menyerahka amplop berisi perhatian dan rasa hormat palsu…
(Sajak karangan Agus R. Sarjono berjudul “Sajak Palsu”)

b.Terlebih hal yang paling tepat karena gadis gadis selalu mengutuk:”Sudah rupa peyot, apa yang diharapkan dari gaji seseorang penjaga palang kereta?”
(Kali mati oleh Joni Ariadinata)

4. Satire

Pengertian satire adalah majas yang membuat majas sarkasme, irodi ataupun parodi untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan dan sebagainya

Contoh majas satire

a. Apabila ada orang yang bermimpi mempunyai mobil, tapi tidak pernah berusaha untuk membeli mobil, itulah kamu: Siput yang ingin berlari layaknya kijang!.

b. Banyak koruptor yang berteriak antikorupsi. Ya, manusia menebang pohon untuk dijadikan kertas, lalu menulis dikata kata diatasnya agar kita tidak menebang pohon pohon.

c. Apabila tidak becus memimpin, mundur saja. Raja rimba bukanlah pemalas dan pengecut.

5. Innuendo

Pengertian majas innuendo merupakan majas sindirian yang bersifat mengecilkan fakta yang sebenarnya.
Contoh majas innuendo
a. Dia menjadi jaksa yang sukses dan terhormat berkat uang sogokan ketika tes masuk jaksa.
b. Memang cerdas dia, nilai ujian SBMPTN nya nyaris 100 % benar seluruhnya karena contekannya sangat rapi

c. Pidato pejabat tersebut sangat mengagumkan karena selalu dibuatkan asistennya.

D. Majas Pertentangan

Ini merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk membuat makna petentangan dalam kalimat kalimat yang dibuat. Majas pertentangan sering digunakan untuk membuat membuat sesuatu itu berbeda atau seakan akan berbeda.
Beberapa macam majas pertentangan seperti paradoks, antithesis, Oksimoron, Anakronisme,

1. Paradoks

Pengertian majas paradoks adalah majas pertentangan yang digunakan untuk mengatakan dua hal yang seolah olah berlawanan akan tetapi sebenarnya keduanya benar.

Contoh majas paradoks:

Bolas merasa bodoh di tengah orang orang pintar
Hikmah merasa sepi di tengah keramaian pesta

2. Antithesis

Pengertian majas antithesis adalah majas yang digunakan untuk mengungkapkan kata kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.

Contoh majas antithesis:

a. Jangan suka menunda nunda pekerjaan yang kecil karena akan menimbulkan masalah yang besar dikemudian hari.

b. Ditengah suka dan duka, ayahnya bekerja keras siang dan malam.

c. Baik tua maupun muda, tentu bisa memilih hal yang terpuji atau tercela, dilarang atau dianjurkan serta yang mendidik ataupun yang menjerumuskan.

3. Oksimoron

Pengertian majas oksimoron adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kata yang berlawanan dalam satu frasa yang mengandung arti pertentangan.

Contoh majas oksimoron:

a. Hidup bisa saja menjatuhkan kita, tetapi darinya kita bisa belajar apakah kita mau bangkit dan berlari

b. Janganlah bersedih, sebab kegagalan adalah sukses yang tertunda.

c. Sekarang kamu sangat pintar, itu karena dahulu kamu bodoh yang tekun belajar.

4. Anakronisme

Pengertian majas anakronisme adalah gaya bahasa yang digunakan untuk mengatakan atau menuliskan sesuatu yang mengandung ketidaksesuaian antara peristiwa dengan waktu.

Contoh Majas Anakronisme:
a. Para anak MAPALA lupa menyalakan GPS ketika tersesat di Lembah Ramma.
b. Ternyata selama ini Bandung Bondowoso dan Sangkuriang berteman di Facebook

c. Setelah perang Bubat berlalu, Majapahit menjual sebagaian alutsista melalui website resminya.

Demikianlah artikel cukup panjang tentang pengertian majas dan macam macam majas dan contoh majas. Tetap belajar karena belajar itu mudah. Learniseasy.com

Ingin tahu anda Paham atau tidak? Jawab quiz tentang majas dibawah ini

[slickquiz id=1]

Sekian dan terima kasih. Wassalam

Pengertian majas dan macam macam majas dan contoh majas

Pengertian majas dan macam macam majas

loading…


Pengertian Majas Macam Macam Majas dan Contoh Majas | Wulan Dary | 4.5
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
Kl1k 2 kali (x) tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×